Posted by Ancilla on Aug 23, '06 4:07 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono |
Buku ini tidak hanya eksklusif "milik" orang-orang yang belajar psikologi, namun bisa untuk non-psikologi. Walaupun tentu, akan lebih mudah bagi mereka yang sudah "kenal" dengan psikologi...
Buku ini merupakan kumpulan studi mengenai prasangka di Indonesia yang juga melibatkan mahasiswa Prof. Sarlito di Psikologi UI. Muatannya cukup luas, dari pendahuluan, prasangka Barat-Timur sampai dengan prasangka seks dan akar permasalahan prasangka di Indonesia.
Waktu saya melihat buku ini, langsung tertarik karena saya MUAK dengan kejadian yang diawali prasangka namun berbuntut panjang dan tentu kerugian disana-sini. Muak karena tidak ada tindak lanjut yang jelas, seakan-akan semua itu sudah biasa....
Intinya adalah untuk melihat lebih dekat mengapa bangsa kita yang majemuk ini selalu terpentok dengan masalah yang sama, SARA.
Konsep "Bhinneka Tunggal Ika" sudah lama tercipta, diikuti dengan jargon politik serta segala jenis pembangunan yang seakan "mencekoki" kita semua untuk bersatu. Tapi ternyata, semakin "tua" usia bangsa, kita malah semakin ingin menunjukkan keberagaman kita.
Tapi kok ndalalah kita malah jadi ancur sendiri? Mau tampil beda tapi belum siap, mungkin?
Menurut buku ini yang didasarkan pada penelitian, semua itu karena kita tidak percaya diri. Jadi ngikut apa kata orang. Mungkin karena ini jadi gampang di-provokasi ya?
Serta ketidakpastian norma. Norma yang paling "jelas" saja sering "tidak jelas" bukan?
Nah lalu, Indonesia sempat mengalami masa transisi, yang sampai skarang belum benar-benar pulih. Timbul perbedaan antara harapan dan kenyataan. Karena itu akhirnya timbul rasa tidak percaya pada orang lain dan kelompok tertentu.
Akhirnya kembali ke norma yang "lama" yang sayangnya dengan konteks yang lama bukan dengan konteks situasi saat ini.
Sempat dibahas juga bahwa mungkin kita sangat dicekoki oleh "nasionalisme" setelah kemerdekaan. Tapi tidak ada jembatan untuk mengatasi perbedaan yang ada dari kemajemukan negara ini. Akhirnya terjadilah konflik tak berkesudahan...
Dan seperti yang disebutkan di akhir buku, kapankah akan ada sumpah seperti "Satu Bangsa, Satu Bahasa dan Satu Tanah Air: Indonesia" lagi? Semoga tidak sekedar kiasan dan mimpi saja.....   | wikan wrote on Aug 23, '06 bukunya sendiri sudah berprasangka :) |
 | agne5 wrote on Aug 23, '06 Menurut buku ini yang didasarkan pada penelitian, semua itu karena kita tidak percaya diri. Jadi ngikut apa kata orang. Mungkin karena ini jadi gampang di-provokasi ya?  Kurang percaya diri dan kurang pengetahuan terhadap hal-hal yang berbeda dengannya ^_^... kalau letak perbedaan itu dibiarkan sebagai perbedaan dan ngga ada orang yang berusaha menyama-nyamakan, nggak akan ada masalah... intinya banyak orang yang belum bisa nerima dan membiarkan perbedaan sebagai perbedaan... kalo liat orang yang beda bawaannya gateeeel aja pingin dibikin supaya sama dengan dia ^_^ hehehehe |
 | apa bedanya prasangka dengan stereotip sih? sama yah? |
 | wikan wrote on Aug 23, '06 Menurut buku ini yang didasarkan pada penelitian, semua itu karena kita tidak percaya diri.  mungkin harusnya pake rexona, biar percaya diri :) |
 | wikan wrote on Aug 23, '06 he he ... katanya sih untuk membangkitkan semangat dan rasa percaya diri, orang harus berpikir positif. mestinya buku2 yang membahas sisi baik orang indonesia dan hal2 yang positif tentang orang indonesia membuat kita bersemangat bahwa kita bisa maju dan menyelesaikan masalah2 yang kita hadapi.
buku yang menguak sisi2 negatif orang indonesia malah bikin semangat loyo dan menyerah sambil menyalahkan diri sendiri, "emang orang Indonesia kayak gini kok ... mau apa, coba?"
Menurut saya banyak bangsa di dunia yang mau belajar dan memperbaiki kesalahannya di masa lalu untuk menjadi bangsa yang berjaya dan lebih baik. |
 | agne5 wrote on Aug 24, '06 buahahaha... tapi kadang ga melulu mentok disitu kok. kalau emang debat kan gpp, tapi jangan debat kusir... :-p  Betul kok... kadang2 kalo kita merasa perbedaan itu dah ga bisa dijembatani lagi, ya diterima aja dengan besar hati sebagai sebuah perbedaan... memang berbeda kok... ya sudah... mo diapain lagi... ^_^ ga guna juga kan didebatin panjang2 hehehehe... just drop it ^_^... selesai deh ;p |
 | SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA ....
ini kan lambang yang ada di tas sekolahku dulu ... ternyata dunia luar tidak semanis masa SMA kekekekekeke |
Comment deleted at the request of the author.
 | agne5 wrote on Aug 24, '06 Iya satu nusa satu bangsa... satu bahasa... tapi otak dan hati kan emang ga bisa dibikin sama ya... hihihi... *dicatat, memahami pola pikir yang lain... kalo ga paham...??? Ga usah dimasalahin lagi kan ya...??? * ^_^ hehehehe ;D |
 | bukan diperdebatkan... dipahami... kalau masi engga juga.... diterima.... ;) |
 | agne5 wrote on Aug 25, '06 |
 | It's quite amazing how people easily judge you by the words that you say, the look that you wear and the things that you do (and vice versa!). Therefore, always have faith in people and learn to believe in second chances...
...because that's what life is all about. |
 | agne5 wrote on Aug 26, '06 That's a human nature, whether we like it or not ^_^ |
 | agne5 wrote on Aug 28, '06 Ya ga bisa digimana-gimanain xixixixi ;p |
 | Menarik kayaknya bukunya, ntar aku cari kalo balik...
Ternyata soal gitu bukan hanya milik Indonesia, disini juga sedang rame dibicarakan. Mungkin butuh lapang dada dan positif thinking sekali untuk menerima perbedaan dan hidup berdampingan. Berbeda gak papa kok, justru yg homogen itu bikin bosen. Hanya mungkin emang bener, harus dewasa untuk menerima perbedaan.
Lha emang Indonesia kan banyak suku, banyak agama, banyak bahasa.....Kalo rukun itu luar biasa. Gak rukun itu biasa- Kalo perang baru urut dada.... |
| |