Posted by Ancilla on Sep 8, '08 12:58 PM for everyone
Hampir (untuk jaga-jaga kalau-kalau ada penyimpangan dari kebiasaan) dalam setiap kepanitiaan selalu ada seksi dokumentasi. Seksi ini termasuk seksi yang tidak menyenangkan (menurutku), karena dia akan sibuk mendokumentasikan acara, sehingga praktis harus stand by penuh atau setidaknya shift-shift-an, sementara dirinya belum tentu terdokumentasikan.. Rasanya tidak adil. HeHeHe...
Dokumentasi itu pada saatnya akan menjadi saksi bisu... Saksi akan bagaimana semua acara itu berlangsung. Merekam bagian-bagian yang mungkin terlewatkan oleh pandangan mata... Makanya, fotografer yang OK itu, selain membuat menarik apa yang awalnya tampak tidak menarik, selalu bisa merekam kejadian-kejadian yang menarik, yang mungkin terlewat (mungkin karena inilah banyak yang suka memofoto teman ketika tidur.. HiHiHi).
Dua hal ini juga yang mungkin menyebabkan juru foto suka tidak mau difoto. Oops... LaLaLa..
Tapi lepas dari semua itu, melihat kembali masa lalu melalui foto selalu menyenangkan. Selalu tidak bisa cepat kembali ke "dunia nyata". Selalu saja berhasil membuat kita (aku setidaknya) kembali ke masa kecil (karena masi merasa muda), yang terus beruntun hingga kejadian-kejadian terkait walaupun itu tidak terekam oleh kamera... Mengenang kenangan-kenangan itu...
Melalui lembaran-lembaran foto yang menimbulkan kepingan kenangan demi kenangan, emosi pun dimainkan. Kadang bisa membuat tertawa, mesem-mesem ga jelas ataupun menangis. Sesulit apapun kita melalui suatu tahap kehidupan, ketika dikenang, pasti mampu membuat kita tersenyum... Walau gak berarti tanpa makian.. Selalu ada pelangi <s>di matamu</s> setelah hujan.
Itu yang aku alami sejak merantau untuk bekerja (demi sesuap nasi, dan semangkuk berlian) ataupun mengenyam pendidikan (catat: mengenyam bukan menganyam). Kala perasaan melo itu muncul, salah satu cara terbaik ya membuka folder foto-foto, account friendster ataupun facebook dan mulai browsing. Melihat-lihat penggalan-penggalan kehidupan yang sudah terlalui... Yang seringkali membuatku ingin "memelihara" Doraemon, supaya mudah untuk pindah tempat ataupun waktu.
Beruntunglah, sekarang ada digital camera. Bayangkan kalau masi pakai rol film... Pasti persediaan foto terbatas dan tentu tidak bisa dibawa-bawa kemana kita pergi. Selain karena mahal, tapi juga karena faktor kepraktisan. Coba kalau belum ada kamera digital, sementara sering banjir? HeHeHe....
Yah demikian sekian dulu curcol (curhat colongan) ga penting dan ga jelas saya... HeHeHe...
PS: Moral of the story: Aku senang difoto, supaya mudah dikenang... HiHiHi...
Posted by Ancilla on Sep 7, '08 9:13 AM for everyone
kenapa ya kok aku tidak pernah bisa rajin posting di multiply??
sementara aku aktif di facebook, walau belakangan karena sibuk jadi ga sempat bermain-main disitu.. tapi tetap selalu dibuka dan update status setidaknya.
friendster-ku juga ok. dibuka dan dicek serta update status. walau lebih jarang daripada facebook...
blog? hihihi.. diusahakan aktif. tapi lebih ok daripada multiply. setidaknya aku merasa bersalah kalau ga posting di blog terlalu lama...
Posted by Ancilla on Aug 25, '08 12:06 PM for everyone
Nothing is impossible...
I always love photography, I admire photographers who can take any interesting views. In my own opinion, a great photographers can "transform" any ordinary thing to be extraordinary issues. OOT.. Yet, this is important to take the best angle of my face. HAHAHA... (just the other part of me).
I love photographers who can capture things which usually be abandoned, especially due to rushing behaviors. Anyway, I was looking for the photographs of Beijing Olympic 2008. And found out about Natalie du Toit from South Africa...
She is a national swimmer with one leg! She won gold medal on 2004 Paralympic Games and participated on this current Olympic as the first female amputee swimmer ever! She didn't win any medal on this Olympic, but I believe she did awesome! Inspire others and spread the hope!
She was born without physical disability. She had to amputated her leg after the scooter accident. Ironically, it happened in 2001, while people put their high expectations on her to join the national team on 2004 Athens Olympic. She could give up all her dreams on sport or any other dreams. But, she didn't!
I believe that it was a frustrating situation. It always hard to accept that we failed on anything which only needs couple steps ahead. It happens quite many times... But it still hard to deal with. That's why I adore the spirit that du Toit has.
In fact, there are two other athletes who have similar conditions. They are George Eyser from USA and Natalia Partyka from Poland.
Eyser won six medals, including three gold medals, from 1904 Summer Olympic at St.Louis, Missouri, USA from artistic gymnastics. He only had one leg and on the Olympic, He used wooden leg as his left.While Partyka is an table tennis national athlete although she only has one "normal" hand.
I don't get further information about Eyser or Partyka. But, I really admire their spirits!
After I browsed the Paralympic Games, the 2008 Beijing Paralympic Games will be started on September 6th. And this games held every two years. And again, I adore their spirits. Their willingness to strive to show the best part that they have.
Sometimes, we, the "normal" ones, forget how to stretch our capabilities. I have no idea what did I do as give-thanks-actions for what I've got. I see that all what I've got forget were meant to be mine. That it was my right, thus no need to be thankful. On the other hand, while I didn't get what I want, which I thought should be mine, I will protest here and there.
To be honest, I feel a little bit ashame with myself whenever I met people with extraordinary motivations. I have a blind colleague, she is not a have-pity-on-me-person. She tries to be as independent as she can. She demonstrated her program which can read every single word through her notebook. Trust me, it was very fast! I didn't capture any word at all! And it wasn't only me who can't understand the words, but others in my class.
A friend reminded me that, blind people have higher capabilities on listening and hearing. I know that, but still! While we went to campus center together, and my friend wanted to go home... She took the same paths with us, but after we reached a point, she said that she has to go to right. She knew which paths are the right ones. I can't imagine how she did that, what kind of spatial capabilities she has. Or even on "simple matters", like how she detect her clothes? How to determine which one to buy and use...
Most of all, I admire those people fighting spirits on breaking others' underestimate point-of-view! How to stand up and be proud as the way they are. I learn a lot from them.
I always remember what my friend said on her speech for closing ceremony of our preparation classes, she stood up at the podium with proud. I would be nervous if I have to speech in front of at least 500 people. She said how it feels to be a new international student in a reputable university with large campus area. Some get touched with that words, especially for us who attended the 6-weeks-preparation-classes.
As the closing sentence, she said: "Whenever there is a will, there always be a way!"
Posted by Ancilla on Aug 17, '08 8:40 AM for everyone
Hiks... Sediiiiiiiiiiiiih... Emas dan Perunggu gagal diraih... Memang sih, walaupun hanya melihat papan nilai secara live, rasanya pertandingannya seru... Karena kejar-kejaran. Menunjukkan team Indonesia berjuang sekuat tenaga...
Di sisi lain, memberikan bukti kebangkitan Indonesia di Olimpiade... Dan menurutku bekal yang OK buat piala Thomas-Uber. HeHeHe...
Tapi.... Tetap sedih
Semoga di Olimpiade berikutnya, kontingen Indonesia bisa menunjukkan kemampuannya dengan lebih baik... Dan, Bangsa Indonesia bisa lebih memberikan dukungannya.. (Ada rasa iri melihat animo Bangsa Australia menonton team nasionalnya berlaga di Olimpiade. Rasanya dimana ada televisi dan ada siaran olimpiade, disitu ada segerombolan orang menonton dan memberikan antusiasmenya)...
Posted by Ancilla on Aug 16, '08 11:18 AM for everyone
Finally... Setelah sekian lama... Merah Putih kembali berkibar disertai lagu Indonesia Raya di Olimpiade....
--- PS: sangat berkesan, karena pertama kalinya "mengikuti" pertandingan hanya dengan melihat live score board.... sangat iri dengan yang memiliki televisi dengan saluran international yang bisa menayangkan pertandingan ini... ingin turut merasakan kebanggaan sebagai bangsa ini...
Posted by Ancilla on Mar 3, '08 1:52 AM for everyone
Siang ini, aku membaca-baca email di milis... Salah satunya adalah milis terkait dengan informasi lowongan kerja dengan jumlah anggota lebih dari 30000.
Entah kenapa ada satu judul yang menggelitik untuk dilihat. Bukan karena informasi lowongan kerjanya, tapi karena sesuatu yang lain. Judulnya adalah "Tanya Gaji Pegawai PT. 123 (banyak sampingannya lho...)". Nama PT sengaja disamarkan daripada dikira makar, mengingat PT ini adalah salah satu BUMN terkemuka dan 123 tidak berarti terkait dgn inisial PT yang terdiri dari tiga huruf. Yang penting disini bukan perusahaannya, tapi point-nya.
Yang membalas adalah salah satu karyawan di PT.123 tersebut. Adapun email tersebut berisikan sebagai berikut:
"klo di PT.123 misal di kantor induk/wilayah/distribusi pasti sering dapet uang penugasan, kan lumayan, malah besar sebulan bisa 1,5x gaji sendiri, ibaratnya jalan2 dibayarin, mayan buat beli reksadana..hehehe. ..
klo di cabang sering dapet "ucapan makasih" dari rekanan2 tuh..hehehe. ...itu relatif bisa2 berlipat2 dari gaji, minimal parcel pas lebaran :D
klo di PT.123, di tingkat ranting dapet tambahan dari uang pasang baru,beli rekening tunggakan,hehe. ..main2an kita aja...
itu tadi baru yg bener2 klo yg ga bener ga usah disebutin... hehehe gaji kecil tapi sampingan ada....hehehe. ..."
What do you guys think about it? I don't understand why he seems so proud of it?
Walau lagi-lagi, ini internet, bisa aja ada orang yang menggunakan nama PT tersebut.. HeHeHe... Karena memang orang yang mengirim email seperti itu menggunakan email pribadi bukan email resmi...
akting pemeran utamanya hebat amat dah... raut wajahnya itu yang ga tahan. bisa sekejap berubah dari orang ling-lung menjadi cerah ceria penuh harapan! ditambah daya ingat yang luar biasa!! heran dey, gimana cara bisa ngapalin sekian banyak kutipan karangan shakespeare... masalah ingatan ini, selain pemeran utama, pemeran profesor juga sama. bingung sayah. apa lapisan otak para pemain teater itu sangat banyak ya? tsk... canggih!
dan mungkin karena kredibilitas teater koma, maka penonton tetap banyak walaupun tidak weekend. padahal pentas baru selesai dini hari! walau semoga juga karena memang apresiasi terhadap teater meningkat... daripada peningkatan apresiasi sinetron-sinetron yang saat ini ada? huehehehe...
nah nah.... aku sendiri pun sebenarnya jarang nonton teater profesional, baru tiga kali, karena masalah waktu dan dulu karena tidak tau darimana informasi bisa didapatkan. tapi selama ini aku bisa mencerna dengan baik, pesan2 tersirat ataupun tersurat. kok yang kemaren itu aku bingung yaaaa?
mengerti kenapa judulnya itu, tapi tidak berhasil menangkap pesan2 tersirat... jadi berasa gregetan... ayo donk dibantu. hehehehe...
Posted by Ancilla on Feb 7, '08 12:53 PM for everyone
2008 baru berlalu beberapa saat, baru dua bulan. tapi cukup banyak kejadian penting yang terjadi, tentu yang terkait dengan diriku (baca: gossip dan infotainment tidak masuk hitungan, termasuk berita wafatnya Bpk.Soeharto).
dan kurang dari 20 jam, aku akan memulai menjalani hubungan SLI yang disertai perbedaan waktu. huehehehe... cemas, apa bisa ya? waktu SLJJ aja uda ribet. beberapa kali berdebat hanya masalah waktu. apalagi SLI?
kata orang sih, ini bisa jadi ajang pengujian sebelum ke jenjang berikutnya. kalau lolos berarti sudah mantap. tapi apa lantas mereka yang tidak pernah "diuji" SLI berarti tidak mantap? ini kan masalah kesempatan juga.
menurutku, SLJJ dan SLI tidak hanya sekedar menguji kesetiaan. kesetiaan pada komitmen tentu ada dan penting. tapi komitmen yang dijalani hanya karena "wajib" pasti tidak baik karena hanya menjadi rutinitas tanpa makna. apalagi kalau komitmen dilakukan hanya karena "ndak enak-an".
kata mereka, waktu itu tidak akan kerasa. ya emang sih, tidak terasa kalau kita sibuk. dua kali bertandang ke luar jawa untuk periode waktu tertentu, memang tidak terasa. tapi itu kan karena aku sangat sibuk. nah, kalau pas nganggur? kalau masi SLJJ masih bisa dey langsung tat-tit-tut-halo dan cuap-cuap untuk melepas rindu dan mengeluarkan segenap emosi jiwa... kalau SLI? tekooooooooooooor
kata para ahli percintaan, komunikasi itu amat penting dalam relasi apa pun. nah, lagi-lagi faktor finansial berperan. huehehe.. pengorbanan? pastilah. tapi masa iya pengorbanan ampe diet ketat? hueuhehehe...
katanya, apa tidak rela dia berangkat? kataku, bukan tidak relaaa.... tapi? tapi... pengen ikut...huehehehe.. (kangen).
apalah.. bebas interpretasi. yang pasti, kurang dari 20 jam, aku akan ada di airport untuk menghantarnya... at least, itu yang bisa aku pastikan setelah sekian lama aku dihantar dan dijemput disertai dinantikan sekian waktu bila aku kudu lembur. huehehehe....
Posted by Ancilla on Jan 14, '08 11:20 AM for everyone
Nias pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu Nias dan Nias Selatan. Secara umum mirip, tapi tentu ada perbedaannya...
Dari segi bahasa pun berbeda. Menurut teman yang asli Nias, masyarakat Nias Selatan bisa memahami bahasa Nias, tapi masyarakat Nias lebih sulit memahami bahasa Nias Selatan. Dan seperti biasa terjadi di Indonesia (dan mungkin di tempat lainnya), stereotypes berkembang bahkan diantara dua "suku" ini.
Dari rumah adat pun berbeda, walaupun keduanya menggunakan model rumah panggung dengan dasar dari batu-batu besar yang entah bagaimana mengangkutnya!!
Berdasarkan cerita seorang teman, jaman dahulu, mereka yang memiliki rumah adat adalah orang-orang yang disegani alias tokoh masyarakat. Masyarakat lainnya bergotong-royong, menyumbang batu-batu yang diambil dari gunung... Kebayang gak betapa hebatnya si tokoh masyarakat ini. (Batu yang dimaksudkan adalah yang dilingkari merah pada gambar disamping). Nah sebagai balas jasa, si tokoh masyarakat ini memotong babi (mayoritas masyarakat Nias beragama Kristen) untuk dimakan bersama-sama dan bahkan boleh dijadikan oleh-oleh. Tapi aku rasa bisa saja yang dibangun bukan sekedar rumah satu keluarga, tapi satu desa. Karena setiap marga memiliki daerah tertentu.
Kembali ke model rumah adat. Rumah ada Nias berbentuk oval sementara Nias Selatan kotak. Yang sama dari keduanya, selain berbentuk rumah panggung adalah rumah tersebut biasanya dibangun bersebelahan. Berjejer, nyaris dempet. Nah yang membatasi itu hanyalah sebuah tangga. Konon, pola seperti ini sangat penting dalam perperangan. Jadi pintu pembatas antar rumah itu dibuka, sehingga musuh tidak tahu target lari kemana. Karena ujung yang satu terus sambung-menyambung.
* foto rumah adat dari dekat adalah koleksi pribadi :) ** foto rumah adat nias dari sini dan nias selatan dari sana . *** silahkan dikoreksi, karena ini berdasarkan pengenalan akan nias selama 3 bulan saja....
Posted by Ancilla on Jan 14, '08 10:51 AM for everyone
Video itu adalah promo Indonesia di media-media. Ya'ahowuuuu.... (artinya salam atau seperti halo dalam bahasa Nias) Jujur saja, ketika di Nias, dan ketika kami (aku dan rekan-rekan kantor) tahu kalau ya'ahowu yang digunakan sebagai kata pembuka, ada sedikit perasaan akrab. HeHeHe... Karena kita terbiasa menggunakannya, setiap bertandang atau berinteraksi dengan masyarakat Nias.
Batu yang dilompati itu tinggi loh. Serius deh... Mungkin sekitar 2 meter. Karena lebih tinggi dari aku, yang memang tidak tinggi juga. HeHeHe.... Batu bulat kecil itu dijadikan batu pijakan sebelum melompat. Kebayang gak betapa harus tepatnya kaki itu. Kalau gak bisa terpleset dan patah tulang...
Dulu, sebelum sampai di Nias, dan sebelum mendapat penjelasan, aku kira seluruh daerah terdapat tradisi lompat batu. Ternyata sekarang tidak lagi. Hanya dapat ditemui di desa Bawomataluo, kecamatan Teluk Dalam, Nias Selatan. Desa itu memang masih menjaga rumah adatnya, walaupun dapat terlihat adanya parabola untuk mendapat siaran televisi.
Di desa ini pun, hanya tiga lelaki yang terlatih sebagai pelompat batu. Padahal dulu, konon, para lelaki harus bisa melompati batu sebagai syarat pernikahan. HeHeHe... Nah kalau ingin melihat atraksi ini, kita harus adil. Adil dalam artian kita harus membiarkan para pelompat untuk menunjukkan kebolehannya. Nah, karena kemaren itu ada tiga orang, maka ketiganya harus kita sediakan kesempatan. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp.50.000,- per orang untuk sekali lompat (berarti dikalikan tiga), kalau mau lompat 2x berarti harus tiga-tiga-nya melompat lagi. HeHeHe....
Tapi masa iya, ke Nias tapi tak melihat atraksi ini?
Beruntungnya lagi, ketika aku disana, ada pentas kesenian Nias. HeHeHe... Jadilah aku sempat menonton tarian perang. GILA... Benar-benar energik. Pasti lelah... Sayangnya, kapasitas kamera tidak memadai untuk mengabadikannya karena tarian itu menjadi atraksi penutup dalam pentas kesenian tersebut dan dilakukan di lapangan terbuka tentu sudah agak malam. (menyesal, kenapa tidak pinjam kamera riefa. loh? hahahahaha...).
Sekian dan saohagölö (terima kasih).
* video diambil dari sini. ** poto dari koleksi pribadi ketika nonton lompat batu.... *** silahkan dikoreksi, karena ini berdasarkan pengenalan akan nias selama 3 bulan saja....
Posted by Ancilla on Jan 13, '08 3:23 PM for everyone
Yuhuuuuuuuuu... Ada yang mau nonton Teater Koma tidak? Kali ini dengan judul "Kenapa Leonardo?". Lagi mencari teman menonton niiiiiiiiiiiiiiiiiih... HeHeHe...
*Terutama ditujukan ke Oom Wib dan Beenyo... Secara pentas sebelumnya ngajak mereka juga. HeHeHe...
Kenapa Leonardo ? Karya penulis Slovenia Evard Flisar yang disutradarai oleh N. Riantiarno adalah sebuah upaya menyajikan refleksi bagi diri kita. Betapa dekat jarak antara kenyataan dan khayalan. Betapa dalam khayal kita mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Inilah perjuangan neurologi, psikiatri, psikologi dan politik. Ketika hukum kausalitas tidak lagi berlaku karena yang bersangkutan tidak bisa saling melihat, itulah kengerian dunia.
Masyakat masa kini dibentuk oleh tuntutan-tuntutan yang sukar dienuhi, sehingga lahir masyarakatyang sakit. Kenapa Leonardo ? Wadah kita mempertimbangkan apakah terus menjadi penonton atau segera tersadar sejak dini, korbankah kita atau malah kita sendiri penyebabnya
Pemain : Budi Ros, Cornelia Agatha, Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Dudung Hadi, Ohan Adiputra, Dorias Pribadi, Tuti Hartati, Joko, Hengky, Adri, Herlina, Yulius, Rangga, Yogi, Sena, Suntea, Ina, Yoga
Skenografi : Onny K Penata Cahaya : Iskandar K. Loedin Penata Busana : Samuel Wattimena Penata Rias & Rambut : Sena Sukarya Akustik : Totom Kodrat Grafis : Saut Irianto Manik Kosultan Gerak : Linda Karim Pimpinan Panggung : Tinton Prianggoro Pimpinan Produksi : Ratna Riantiarno
Posted by Ancilla on Jan 13, '08 3:19 PM for everyone
Ada satu lagu yang baru aku kenal ketika berada di Nias... Lagu reggae Indonesia yang dinyanyikan oleh Tony Q "Rastafara".
Selain karena nada reggae yang selalu menyenangkan buat melepas lelah (setidaknya menurutku), teks lagunya sangat menarik!!! Teks-nya bukanlah teks yang penuh kata-kata puitis, bahkan lebih praktis. Dan yang lebih menyenangkan adalah karena teks-nya ini mengena... Lagi-lagi, ini menurutku
Mentari Pagi, beri salam lagi Suara burung kusambut, hari berganti Bob Marley, masih bernyanyi Don’t worry… uuu..yeeeeaaa
Jalani semua dengan apa adanya Biarlah waktu bicara bawa takdirnya Yuk.. kita lapangkan dada Don’t worry… uuu..yeeeeaaa
Buatlah hidup ini semudah mungkin Gak perlu disesali bikin saja happy Mengalir nikmati jangan beban dihati yuk kita nyanyi bersama….
Posted by Ancilla on Jan 7, '08 12:16 PM for everyone
Aku sudah kembali ke Jakarta di penghujung tahun 2007 kemarin. Kembali ke peradaban kalau istilah kami yang bekerja di daerah, setelah hampir empat bulan di Nias.
Yah, empat bulan memang bukan waktu yang lama. Sungguh deh. Baru aja rasanya menapakkan kaki di pulau yang ternyata tidak terlalu dikenal keberadaannya. Sungguh loh! Ada teman yang mengira Nias itu kepulauan di daerah Sulawesi. Bahkan ada teman dari rekan kerja yang berkata "Hoi, kapan balik ke Indonesia?". Wuekekeke... Yah, ketika akan brangkat pun aku baru tau kalau Nias itu masuk Provinsi Sumatera Utara, dulu kirain masuk Sumatera Barat. HeHeHe... (Memang sih, waktu pelajara peta buta, selalu males).
Nah, setibanya di Jakarta, aku hanya mengirimkan SMS ke beberapa teman yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari-jari tangan. Selebihnya, tidak. Teman-teman kantor lama pun baru tahu ketika aku online di YM. Kenapa?
Entah. Rasanya ingin menyepi saja. Bukannya tidak ingin ber-haha-hihi, update berita terkini dan sebagainya. Hanya rasa enggan, malas berinteraksi intens. Hanya ingin menikmati santai, tidak terburu-buru. Menikmati waktu untuk diri sendiri.
Online dan chatting si teteup! Update blog mah kudu, bahkan sudah 2x posting di blogger. Cuma malas untuk mengobrol via telp. Benar-benar ingin menikmati waktu. Ada sahabat yang menghubungi beberapa kali, dan beberapa kali pun tidak aku angkat. Kenapa? Selain karena ketika dirinya telp itu aku sedang tidak ditempat, tapi memang enggan. Daripada pembicaraan jadi garing... Ya ga?! (pembenaran diri).
Dodol durian pun baru diserah-terimakan tadi, walau rencananya hari Minggu. Ini bukan menghindar, tapi karena lupa. HeHeHe... Tapi mestinya bisa aja dikasi sejak tanggal 2 Januari karena kan ada teman yang tinggal satu kompleks (anak MP juga sih, hohoho...). Tapi beneran males. Ini aja tadi lupa ngasi barang lainnya. (bagi tetanggaku yang juga rekan kerjaku itu, kapan-kapan mampir lagi ya. atau nanti ketika aku ke kantor deh. hehehe...).
Tapi hari ini akhirnya aku kembali muncul, walau tetap dengan akses terbatas. Akhirnya tadi ngaku dosa ke sahabat tadi. HeHeHe... Ternyata dia malah ngajak ngilang bareng. Lha, piye toh?!
Anyway, menghilang gitu enak juga loh... Tentu lebih enak kalau menghilang, benar-benar nyepi... Sayangnya, seminggu ini tidak memungkinkan untuk itu. Mungkin akhir bulan... HeHeHe...
Posted by Ancilla on Jan 7, '08 9:52 AM for everyone
Salah satu resolusi 2008 adalah melanjutkan sekolah, alias S2. Nah nah, ternyata kesempatan itu sedang dibukakan untukku. Tapi, seperti biasa, kesempatan tidak datang begitu saja....
Ada tiga tahap yang harus aku lalui. Yang dengan kata lain berarti, harus aku lampaui dengan sukses. Nah, tahap pertama itu akan tiba dua hari lagi (09 Januari 2008 besok). Hiks...
Duh, jadi mulai stress... Kemarenan masih bisa santai, karena masih beranggapan "ah masi lama", atau "ah masi sempat"... Hiks... Sekarang?
Mana tahap keduanya tanggal 12 Januari, berselang 3 hari saja... HUAAAA.... Huiks....
Tetap tenang pasti menjadi saran paling umum, yang tentu aku amin-i. Tapi tetep ajaaaaaaaaaaaaa....
Posted by Ancilla on Jan 7, '08 9:46 AM for everyone
Karya terbaru dari Mitch Albom yang juga mengarang buku "Selasa bersama Morrie" ("Tuesday with Morrie") dan "Meniti Bianglala" ("The Five People You Meet in Heaven").
Karena dua buku itulah aku membeli buku ini tak lama diterbitkan. Untungnya tetap tidak mengecewakan. HeHeHe...
Lagi-lagi, bercerita mengenai kehidupan dan cinta. Kehidupan yang tidak akan pernah kita ketahui bagaimana akhirnya nanti. Dan cinta yang selalu kita kejar... Dua hal yang tak pernah dapat sepenuhnya kita pahami.
Buku ini menceritakan bagaimana kita seringkali salah dalam memahami kehidupan kita. Apa yang kita anggap lihat, rasakan dan pikirkan; ternyata tidaklah selalu tepat. Chick Benetto (tokoh utama) memperoleh kesempatan kedua, hal yang mungkin selalu diinginkan oleh kita semua. Kesempatan untuk mengetahui hal-hal yang tidak pernah kita ketahui kejelasannya. Memahami dan melakukan apa yang tidak sempat kita lakukan.
Diceritakan pula relasi dalam keluarga. Satu hal yang menurutku penting adalah betapa kita sangat dipengaruhi oleh pendapat masyarakat! Bahkan, kadang terkukung dalam gambaran-gambaran "normal" menurut masyarakat. Apa yang wajib kita lakukan, apa yang tabu. Iya kalau emang itu masalah norma, tapi bagaimana dengan pilihan hidup? Seperti pilihan karier dan mungkin (calon) pasangan hidup? HeHeHe... (Oops, bukan curhat colongan kok. HeHeHe...).
Chick selalu "lari" dari sosok ibunya. Keinginan untuk menjadi "daddy's boy" daripada "mommy's boy". Seakan menjadi suatu momok yang menakutkan kalau mendapat label seperti itu. Sementara sang ibu, Posey, adalah single mother yang berjuang sekuatnya untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil, diserang oleh "norma" karena saat itu (60's) bercerai bukanlah hal yang wajar walaupun itu di dunia Barat sana dan bagaimana para tetangga (ibu-ibu lain) merasa terancam dengan keberadaan si Posey ini (takut suaminya selingkuh. Wakakak).
Di sisi lain, sang ayah kabur entah kemana, menghilang begitu saja, mungkin kalau ini kerjasama dengan Disney, sang ayah diceritakan kabur ke Timbuktu. HeHeHe... Yang akhirnya muncul ketika Chick berhasil memenuhi impian ayahnya bermain sebagai professional baseball player. Yah, seorang anak pada dasarnya selalu ingin membuktikan diri pada orang tuanya bukan?
Tapi ternyata, ketika kesempatan itu datang... Kesempatan kedua, untuk memperoleh satu hari bersama orang lain... Ternyata bukan dengan sang ayah!
Tentu, akhir cerita bisa dibilang happy ending, walau ada sedikit kejutan di akhir yang tak mungkin aku ceritakan. HeHeHe...
Nah, andaikata... Kita diberikan kesempatan ini juga? Kira-kira apa ya yang akan kita lakukan? Lebih tepatnya bukan apa, tapi siapa....
Mungkin jawaban termudah adalah "Kan kupeluk orang tercinta syukuri karunia". Tapi kalau kesempatan itu mengharuskan kita memilih hanya satu orang?
Hmph... Apa mungkin ketemu ama Tuhan dan minta tiga hari ya? HeHeHe.... (nglunjak tenan iki).
*Buku ini sudah diterjemahkan dan baru saja diterbitkan versi Bahasa-nya. Dapatkan bukunya di toko-toko buku terdekat.
Posted by Ancilla on Sep 23, '07 11:32 PM for everyone
Duh, lagi berasa ga berarti dan disia-siakan. Sudah seminggu berpindah lokasi, namun belum jelas juntrungannya. Bahan-bahan, bila tak diminta, tak diberikan. Diskusi yang diharapkan tak kunjung tiba. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan, tanpa terjawab.
Data yang mereka minta, sudah kuberikan. Sudah dikirimkan. Namun mereka bersikeras. Dikirimkanlah lagi.
Mereka sibuk. Aku tahu itu. Tapi aku pun dikejar waktu.
Tak tau apa masalahnya... Ada yang berkata, ini terkait dengan lokasi sebelumnya. Mereka tak suka dengan lokasi sebelumnya. Bila demikian, apa iya, mereka anggap aku saingan?
Ah tak mungkin... Aku hanya anak baru disini. Belum paham tata cara operasional.
Apa pun itu... Harus bersabar... Pembuktian tidak harus dengan kekerasan... Serap dan pelajari.... Walau rasa lelah menghadang....
Posted by Ancilla on Sep 12, '07 12:39 PM for everyone
Selamat berpuasa yaaaaaaaaaaaa.... bagi teman-teman Muslim. Semoga lancar, bebas hambatan. Semoga diberikan kekuatan dalam mengatasi godaan-godaan
Awal puasa kali ini, saya memulai hal baru. Saya menuju petualangan baru, di tempat dan lokasi yang baru. Semoga lancar, terkendali Mungkin akan vakum (lagi). HEHEHEHEHE.....